MEMINIMALISIR HOAX JELANG PEMILU, DISKOMINFO PROVINSI JAMBI GELAR SOSIALISASI DI DAERAH 

Di hadapan para siswa/siwi SMA, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ir. Nurachmat Herlambang, MMA yang diwakili oleh Kepala Seksi Kemitraan Informasi dan Komunikasi Publik, Amrizal, SE mengungkapkan bahwa dengan meningkatnya perkembangan pengguna ponsel pintar di masyarakat,  memiliki dampak positif antara lain semakin meningkatkan pertumbuhan e-Commerce di Indonesia mulai dari bentuk transaksi untuk tranportasi serta pemasaran hingga jual beli produk sudah mengarah pada sistem online. Hal tersebut disampaikannya saat membuka acara Sosialisasi Konsep Media Berbasis Komunitas dengan tema “Menjadikan Pemilu 2019, Masyarakat Bijak Menggunakan Media Sosial” pada Rabu (20/03) bertempat di Hotel Mahkota, Kota Sungai Penuh.

Lebih lanjut, Amrizal mengatakan bahwa sejalan dengan penggunaan internet yang semakin masif membuka ruang yang lebih luas terhadap kejahatan radikalisme, jejaring teroris online, berita palsu, ujaran kebencian. Hal ini terlihat dengan begitu banyak informasi hoax yang kerap kali menjadi viral di media sosial. 

Dalam kesempatan tersebut, Amrizal menegaskan bahwa Penyebaran berita hoax yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab di media sosial jelang Pemilu 2019 semakin merajalela. Diperkirakan sebanyak 62 konten berita hoax terkait Pemilu 2019 teridentifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) selama Agustus-Desember 2018. 

“Berita hoax yang tersebar  di media sosial bertujuan untuk menghasut para pemilih, Khususnya para generasi milenial dengan jenjang usia 17-21  tahun,” ungkapnya.

“Sosialisasi ini penting dilakukan sebagai langkah Pemerintah Provinsi dan Kota/Kabupaten untuk meng-counter masifnya berita palsu yang dapat memicu konflik di tengah-tengah masyarakat dan mengakibatkan tidak kondusifnya Kamtibmas,” tambahnya. 

“Sosialisasi ataupun  Edukasi seperti ini dapat dilakukan di Sekolah-sekolah, Universitas maupun Sekolah Tinggi yang ada di Provinsi Jambi yang kita cintai ini, mengingat pengguna media sosial tertinggi adalah Generasi Millenial,” pungkasnya.

Terakhir, Amrizal berharap kepada seluruh peserta adik-adik pada acara sosialisasi tersebut agar dapat menggunakan Informasi di Medsos dengan Cerdas dan Bijak, Cerdas dalam artian yaitu memanfaatkan teknologi tersebut dengan bijak dan memilih sumber berita yang terpercaya, saring terlebih dahulu informasi yang diterima, sebelum melakukan sharing informasi tersebut, "Jangan sampai masyarakat terjebak dan ikut menyebarkan berita hoax." Menyebarkan atau memberikan informasi buruk di media sosial internet bisa terancaman pidana dan Undang-Undang ITE, jangan sampai bersinggungan dengan hukum.