Hubungi Kami: 0741-66269 | E-mail: diskominfo@jambiprov.go.id

ZOLA : CANDI MUARO JAMBI HARUS MENJADI WORLD HERITAGE YANG TERDATAR DI UNESCO

Gubernur Jambi H. Zumi Zola Zulkifli beserta istri yang juga Ketua Tim TP-PKK Provinsi Jambi Hj. Sherin Tharia menghadiri acara yang bertempat di kawasan Candi Muaro Jambi pada Rabu pagi (09/03).

Sebelumnya dijadwalkan bahwa selain untuk melihat fenomena gerhana matahari total (GMT) yang terjadi pada tanggal 9 Maret 2016, Candi Muaro Jambi juga akan dijadikan sebagai tempat untuk menyelenggarakan penampilan kesenian tradisional, festival pemasangan tekuluk, menampilkan berbagai macam kuliner khas Jambi dll. Selain itu, dipilihnya kawasan Candi Muaro Jambi tidak lain juga untuk mempromosikan kebudayaan masyarakat Jambi serta nilai sejarah dari candi tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa Candi Muaro Jambi merupakan sebuah situs purbakala yang terletak di Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Sejak tahun 2009 kompleks candi ini telah dicalonkan  untuk masuk ke dalam daftar UNESCO sebagai world heritage.

Pada acara tersebut turut hadir Tim Dekranasda, Tim Dekranas pusat, Tim Lacak Artefak, unsur Forkopimda serta tokoh Jambi yang juga Gubernur 2 Periode H. Zulkifli Nurdin.

Dalam sambutannya Zola menjelaskan bahwa selain sebagai tempat untuk menyaksikan fenomena alam (GMT) yang diperkirakan muncul 300-an tahun sekali, dipilihnya Candi Muaro Jambi adalah untuk memperkenalkan ke masyarakat bahwa Jambi memiliki suatu situs purbakala yang sungguh bernilai sejarah.

“kita harus mendorong agar Candi Muaro Jambi dapat segera menjadi world heritage yang terdaftar di UNESCO. Mengingat sebenarnya di zaman H. Zulkifli Nurdin hal ini juga sudah dilakukan, namun 5 tahun terakhir telah terhenti. Makanya kita dorong sama-sama agar dapat terwujud karena memang sudah layak menjadi world heritage UNESCO.” Ungkapnya

Kita juga sudah menggandeng pihak budayawan, sejarawan yang telah dilakukan lacak artefak agar hal ini benar-benar dapat diwujudkan”tegasnya

“Ditambahkannya bahwa kita juga harus melengkapi data-data, makanya tim langsung turun ke lapangan dengan memfoto kondisi terakhir dan telah memeriksa mulai dari sungai Batanghari hingga ke kawasan Candi Muaro Jambi. Yang pasti mereka juga menggunakan teknologi seperti drone. Mudah-mudahan dengan hal ini mereka dapat mengumpulkan bahannya untuk diserahkan ke Jakarta.”ujarnya

“Kedepan mereka juga akan melakukan seminar nasional untuk menjelaskan bahwa Candi Muaro Jambi memiliki nilai histori yang sangat tinggi, tempat belajarnya para biksu zaman dahulu”pungkasnya

Maka dari itu hal ini harus kita jaga serta dirawat bersama-sama. Kita juga akan memperbaiki fasilitas-fasilitas yang rusak. Mudah-mudahan pengunjung disini selalu ramai dan antusias.”tutupnya

0 Komentar

Komentar Anda

Reply to the post


Visual CAPTCHA Masukkan kode validasi

Untuk masalah keamanan, kami akan menyimpan alamat IP Komputer anda