Hubungi Kami: 0741-66269 | E-mail: diskominfo@jambiprov.go.id

AMBOK TUO : KOMINFO HARUS MEMILIKI SUATU PROGRAM KEPADA KALANGAN PELAJAR UNTUK MENCEGAH BAHAYA NARKOBA

Mengingat bahwa Indonesia kini telah memasuki kondisi “darurat narkoba” Kementerian Kominfo RI bekerja sama dengan Dinas Kominfo Provinsi Jambi dan Badan Narkotika Nasional Pusat dan Daerah menyelenggarakan acara Sosialisasi Bahaya penyalahgunaan Narkoba dan HIV/AIDS serta Peluncuran Buku Generasi Cerdas Bebas Narkoba dan HIV/AIDS pada (04/08) bertempat di hotel Aston & Convention Centre Jambi.

Acara tersebut dilaksanakan agar dapat meminimalisir dampak dan akibat dari bahaya narkoba itu sendiri, mengingat bahwa pada saat ini kita mengetahui bahwa data terakhir yang diperoleh Kemenkominfo dari BNN untuk  Provinsi Jambi ada 1.300 pengguna narkoba dengan korban meninggal dunia sebanyak 220 orang. Angka ini tentu terbilang cukup tinggi karena hampir 20 persen pengguna telah meninggal akibat barang haram tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa acara tersebut dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Drs. H. Ambok Tuo, MM dan dihadiri oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo RI Niken Widiastuti, Kepala Dinas Kominfo Prov. Jambi H.Sultan, SE, MM, perwakilan dari BNN Pusat dan Daerah serta peserta dari kalangan pelajar, anggota Pramuka, Mahasiswa serta Anggota Karang Taruna.

Niken yang diwawancarai oleh para wartawan menjelaskan bahwa “sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda betapa pentingnya mengetahui bahaya dan dampak dari narkoba itu sendiri. Ditjen IKP Kemenkominfo sudah sering melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba ini, selain  melalui sosialisasi, ujarnya, Kemenkominfo juga mengkampanyekan bahaya narkoba ini melalui media sosial, baik itu Facebook, Twitter, bahkan juga mengkampanyekannya melalui televisi.” Ujarnya kepada para watawan

Niken juga menambahkan bahwa Indonesia pada saat ini menduduki peringkat 3 dunia, seperti yang dikatakan oleh Bapak Presiden bahwa Indonesia sekarang ini darurat narkoba”. Tambahnya.

Disisi lain Ambok Tuo menyatakan bahwa selain mengadakan sosialisasi,” Kominfo juga harus membuat suatu program bagi organisasi-organisasi dan kalangan pelajar agar nantinya pemahaman tentang bahaya narkoba ini dapat menyebar secara luas”. Pungkasnya.

selain itu perwakilan BNNP Jambi, AKBP. Abd. Razaq selaku Kabid Pencegahan yang diwawancarai, menjelaskan bahwa pengguna narkoba di Provinsi jambi hingga saat ini sekitar 43.287 jiwa, jumlah ini menurun sekitar 3000-an dari data sebelumnya pada 2014 yang lalu. Jambi sekarang ini masuk dalam peringkat ke-20 secara nasional dalam hal penyalahgunaan narkoba". ujarnya

Dalam acara tersebut juga dilakukan diskusi publik kepada para peserta tentang dampak dan akibat dari penyalahgunaan narkoba itu sendiri.

 

0 Komentar

Komentar Anda

Reply to the post


Visual CAPTCHA Masukkan kode validasi

Untuk masalah keamanan, kami akan menyimpan alamat IP Komputer anda